rumah khitan malang-tanpa jarum suntik-tanpa rasa sakit

Category: KHITAN TANPA SUNTIK

Sunat tanpa suntik berarti metode khitan yang proses pemberian biusnya tidak menggunakan jarum suntik. Obat bius diberikan dengan cara disemprot, sehingga proses sunat bisa minim rasa sakit atau bahkan tidak sama sekali

 

Perbedaan Khitan atau Sunat Modern Dengan Tradisional

Dalam dunia medis, sunat atau khitan ini diartikan sebagai suatu tindakan memotong kulit yang menutupi bagian kepalapenis. Prosedur ini pun pada dasarnya bisa dan juga boleh dilakukan pada saat anak – anak maupun ketika sudah beranjakdewasa. Itulah sebabnya, kurang tepat jika Anda berpikir bahwa sunat ini hanya dapat dilakukan pada saat masih anak – anak saja.pria dewasa pun masih bisa menjalani sunat, meskipun proses penyembuhannya yang relatif lebih lama.

Sekarang ini sudah banyak terobosan terbaru yang berkaitan dengan metode sunat supaya proses penyembuhannya menjadi lebih cepat, baik untuk anak – anak atau pun orang dewasa. Dikarenakan saat ini metode sunat atau khitan semakin banyak, sebagian orang tua mungkin saja akan bingung untuk memilih yang mana paling aman. Kali ini kami sudah merangkum beberapa jenis sunat konvensional dengan sunat modern.

Metode Konvensional Atau Sirkumsisi Sunat atau khitan dengan metode satu ini dilakukan dengan cara memotong langsung bagian kulit kulup ini dengan alatpotong, seperti halnya pisau bedah atau pun gunting. Metode khitan satu ini ternyata sudah ada sejak lama dan masihsering digunakan hingga sekarang ini. Adapun untuk kelebihan dari metode konvensional ini adalah minumnya risiko dan bisa dilakukan untuk orang dari segala usia.

Namun, proses penyembuhannya relatif lebih lama dan membutuhkan perawatan di rumah.Metode Laser Atau Electrical Cauter Khitan dengan metode laser ini akan menggunakan pemanas elektrik yang langsung ditembakkan ke ujung penis supayabisa memotong kulit kulup.Metode sunat dengan menggunakan laser ini menjadi pilihan dari para orang tua dikarenakan proses yang lebih cepatdibandingkan dengan yang lainnya.

Kelebihan dari metode laser ini adalah minumnya jahitan dan juga pendarahan. Proses penyembuhannya pun relatif lebihcepat dengan perawatan lebih sederhana. Namun kekurangannya adalah kepala penis berisiko terpotong laser. Metode Sunat Klem Selanjutnya adalah metode klem yang dilakukan dengan cara memasang alat klem di bagian batang penis menyesuaikan dengan ukurannya. Setelah itu, kulit kulup akan langsung dipotong menggunakan pisau bedah.

SUNAT MODER SUPER RING REBORN

Klem ini akan terpasang pada penis sehingga lukanya akan segera mengering. Adapun kelebihan dari metode sunat satu ini adalah tidak menggunakan jahitan serta minimnya pendarahan.

Selain itu juga proses penyembuhannya pun akan lebih cepat dan tidak terlalu nyeri. Akan tetapi, metode klem ini terbilang relatif mahal dan berisiko menggantung pada penis.

Metode Sunat Stapler Khitan dengan cara atau metode stapler ini umum sekali dilakukan bagi para pria dewasa dan juga remaja.

Caranya adalah dengan menggabungkan cara potong serta jahit dengan memakai alat starpler berbentuk seperti lonceng pada bagian dalamnya untuk melindungi kepala penis.

Selanjutnya ada pula lonceng di luar yang memiliki pisau bundar untuk memotong kulit kulup. Metode ini pun memiliki kelebihan dari jahitan yang lebih kuat serta minim pendarahan. Namun, hampir mirip dengan metode klem yang terbilang relatif mahal serta berisiko menggantung di kepala penis.

Hingga saat ini banyak para ahli yang mengatakan bahwa metode sunat konvensional ini adalah jenis sunat yang palingaman sekali dilakukan. Hal ini bisa dilihat dari tingkat keberhasilan dengan metode lainnya yang masih diragukan. Perlu diketahui adalah ketika

Penis disunat dengan metode konvensional, tindakan operasi akan memungkinkan pembuluh darah terbuka selama proses menjahit. Hasilnya adalah pembuluh darah tidak akan terbuka saat pasien ini menjerit kesakitan atau menangis.

Khitan Dalam Islam

Sebagai salah satu ajaran yang telah diterapkan dalam Islam, baik bagi laki-laki maupun perempuan, khitan memiliki fungsi dan manfaat yang sangat penting bagi kepentingan syiar Islam.

Sebab, khitan bertujuan untuk kesehatan jasmani dan rohani. Selain itu, khitan juga dianggap sebagai salah satu media penyucian diri dan bukti ketundukan seseorang kepada ajaran agamanya.

Rasulullah SAW bersabda, “Kesucian (fitrah) itu ada lima: khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memendekkan kumis, dan memotong kuku.” (HR Bukhari Muslim).

Melalui khitan, seorang anak sejak dini diajarkan mengenai pentingnya kesehatan dan kebersihan badan, terutama alat kelaminnya.

Bagi laki-laki, khitan berfungsi untuk mempermudah dan mempercepat proses pembersihan fisik sebagai salah satu syarat sahnya ibadah, khususnya yang berkaitan dengan kotoran air kencing.

Dari sudut pandang medis, seperti yang diungkapkan para ahli kedokteran, khitan mempunyai faedah bagi kesehatan karena membuang anggota tubuh yang menjadi tempat persembunyian kotoran, virus, bakteri, dan bau yang tidak sedap. Air kencing mengandung semua unsur tersebut.

Ketika air seni keluar melewati kulit yang menutupi alat kelamin, endapan kotoran yang biasa disebut smegma ini sebagian tertahan oleh kulit tersebut. Semakin lama, endapan tersebut akan semakin banyak.

Bisa dibayangkan berapa lama seseorang membuang air kencingnya dalam sehari dan berapa banyak endapan yang disimpan oleh kulit penutup kelamin dalam setahun.

Khitan untuk Kesehatan Jasmani dan Ruhani

Ada pemandangan baru ketika liburan semester sekolah tiba, khususnya bagi siswa SD dan SMP. Jika biasanya tempat-tempat wisata yang diserbu oleh para siswa untuk mengisi waktu liburan, tempat-tempat khitan ternyata juga ramai diserbu orang tua dan anak-anaknya. Rumah sakit yang membuka layanan khitan juga ramai didatangi, tak terkecuali rumah khitan malang yang menyelenggarakan khitanan massal gratis.

Setiap tahun, rumahkhitanmalang.com menggelar khitanan massal gratis kepada masyarakat luas, terutama kaum dhuafa yang mengalami kesulitan ekonomi dalam mengkhitankan anaknya. Menggandeng instansi terkait, rumahkhitanmalang.com berhasil menyelenggarakan khitanan massal dengan antusias masyarakat yang luar biasa. Hal ini terlihat dari antusiasme masyarakat yang mendaftarkan anak-anaknya, karena belum genap 2 hari dibuka, quota pendaftar langsung terpenuhi.

Antusiasme masyarakat ini menjadi bukti bahwa liburan semester sekolah saat ini jadi tradisi unik untuk sebuah hajatan bernama khitanan. Waktu libur sekolah yang panjang memang menjadikan alasan orang tua untuk mengkhitankan anaknya, mengingat proses penyembuhan khitan memerlukan waktu sekitar 10 hari. Selain berkhitan bagi orang Islam adalah sebuah perintah yang diwajibkan.

Dalam momentum ini, kita dapat merenungkan kembali pentingnya khitan di samping sebagai kewajiban, yaitu manfaatnya bagi kesehatan jasmani dan ruhani. Khitan atau sirkumsisi merupakan proses pelepasan kulup atau kulit yang menyelubungi ujung penis. Khitan sudah dapat dilakukan sehari atau dua hari setelah anak dilahirkan. Di Indonesia, umumnya proses ini dilakukan saat anak laki-laki menduduki sekolah dasar. Hal ini dipandang sebagai waktu ideal khitan mengingat risiko dan tingkat kerumitannya yang tergolong rendah.

Dari sudut pandang jasmani, khitan memberikan dampak kesehatan dengan meminimalisir terjadinya berbagai penyakit. Para ahli kedokteran mengungkapkan bahwa khitan secara medis dapat menghindarkan seseorang dari risiko penyakit akibat kotoran, virus dan bakteri. Semua unsur tersebut terkandung dalam air kencing. Ketika air seni keluar melewati kulit yang menutupi alat kelamin, endapan kotoran tersebut tertahan oleh kulit tersebut.

Semakin lama, endapan tersebut akan semakin banyak. Bisa dibayangkan berapa lama seseorang membuang air kencingnya dalam sehari dan berapa banyak endapan yang disimpan oleh kulit penutup kelamin dalam setahun. Karena itu, bila tidak dibersihkan, endapan kotoran yang tertahan itu dapat menyebabkan infeksi pada penis.

Khitan juga dapat mencegah terjadinya penyakit lain seperti fimosis. Fimosis adalah kondisi saat kulup penis yang tidak disunat sulit untuk ditarik. Kondisi ini bisa menyebabkan radang pada kepala penis. Khitan juga dapat mengurangi risiko infeksi saluran kemih yang dapat merujuk kepada masalah ginjal. Infeksi ini umumnya lebih sering terjadi pada orang yang tidak menjalani khitan. Serta beberapa manfaat medis lainnya.

Sedangkan dari sudut pandang rohani, khitan merupakan salah satu ajaran yang telah diterapkan dalam Islam yang memiliki fungsi dan manfaat yang penting bagi syiar Islam. Selain itu, khitan juga dianggap sebagai salah satu media penyucian diri dan bukti ketundukan seseorang kepada ajaran agamanya. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda: “Kesucian (fitrah) itu ada lima: khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memendekkan kumis, dan memotong kuku.” (HR Bukhari Muslim).

Melalui khitan, seorang anak sejak dini diajarkan mengenai pentingnya kesehatan dan kebersihan badan, terutama alat kelaminnya. Bagi laki-laki, khitan berfungsi untuk mempermudah dan mempercepat proses pembersihan fisik sebagai salah satu syarat sahnya ibadah, khususnya yang berkaitan dengan kotoran air kencing.

Islam adalah agama yang mengutamakan kebersihan baik lahir maupun batin. Badan, pakaian, dan hati kita juga harus bersih. Khitan merupakan salah satu ajaran kebersihan, selain wudhu’ dan mandi dalam agama Islam. Kebersihan merupakan salah satu parameter keimanan seseorang. Allah sendiri sangat mencintai orang-orang yang selalu menjaga kebersihan dan menyucikan diri.

Oleh karena itu, khitan sesungguhnya merupakan salah satu upaya manusia untuk menyucikan diri dari kotoran-kotoran jasmani dan rohani, sehingga membuat pelakunya menjadi sehat secara jasmani maupun rohani (keimanannya).

Perawatan Pasca Sunat Pada Bayi

Setelah sunat, akan dilakukan perawatan yaitu diberikan antibiotik untuk mencegah infeksi, analgesik atau penahan rasa sakit dan anti inflamasi. Jika perlu diberikan vitamin. Tidak ada pantangan makan, namun dianjurkan mengonsumsi makanan tinggi protein. Pada sunat konvensional pasien dianjurkan kontrol 3 hari pada tindakan untuk membuka perban. Pada pasien yang gemuk dan banyak lemak di daerah penisnya, kemungkinan akan dilakukan perawatan terbuka tanpa perban. Selama 3 hari penis dijaga agar tidak basah dan terkena urin. Serta dianjurkan untuk mengurangi aktivitas yang berlebihan.

Mungkin Ibu mengenal khitan atau sunat sebagai salah satu ritual religius yang biasanya dijalankan oleh mereka yang Muslim. Tahukah Ibu, selain karena alasan religius, hal ini juga dilakukan demi kesehatan dan perawatan bayi? Meskipun biasanya orang tua baru menyunat anak laki-lakinya di usia sekolah, sunat sebenarnya bisa dilakukan kapan pun, sejak lahir hingga dewasa. Inilah info yang saya dapatkan saat baca artikel di sebuah forum online Ibu & anak. Jadi tidak masalah jika Ibu memutuskan untuk menyunat si Kecil ketika ia masih bayi, apalagi hal ini memiliki banyak manfaat agar bayi sehat, antara lain:

Menjaga Kebersihan Penis Bayi

Tujuan sunat adalah memotong kulup atau lapisan kulit di ujung penis. Jika tidak dibersihkan dengan baik, kulup penis mungkin sekali menjadi sarang bakteri akibat sisa urine atau sel-sel mati. Nah… sunat dapat membantu perawatan bayi yang Ibu lakukan. Ibu tak perlu lagi membuka bagian kepala penis bayi karena sudah sekaligus bersih dan ringkas. Dengan begitu, kebersihan penis bayi dapat lebih terjaga. Nantinya Ibu juga bisa merasa lebih tenang untuk melepaskan si Kecil membersihkan alat kelaminnya sendiri nantinya.

Mengurangi Risiko Infeksi Saluran Kencing

Salah satu alasan lain kenapa Ibu perlu memastikan kebersihan area kelamin si Kecil adalah untuk menjaga kesehatan si Kecil. Seperti sudah disebutkan di atas, sisa kotoran mungkin mengendap di dalam kulup dan akhirnya menyebabkan saluran kencing semakin kotor dan tersumbat. Hal inilah dapat memicu infeksi saluran kencing dan meningkatkan risiko kanker penis nantinya. Dengan disunat, kebersihan kepala penis bisa lebih terjaga, Bu.

Menyembuhkan Kelainan pada Penis Bayi

Ada beberapa kelainan penis yang mungkin dialami oleh bayi. Sunat dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kelainan tersebut, khususnya yang berhubungan dengan kulup penis. Sebut saja, fimosis merupakan kelainan penis dimana kulup penis tidak dapat ditarik ke belakang sehingga mencegah kepala penis terbuka. Efek yang lebih parah bahkan dapat menyebabkan penutupan lubang penis. Hal ini tentu akan menyumbat keluarnya urine sekaligus menjadi penyebab infeksi saluran kencing.

Selain fimosis, sunat juga dapat mencegah kelainan penis bernama parafimosis. Parafimosis adalah kelainan yang ditandai dengan kondisi kulup penis yang dapat ditarik, namun tidak dapat kembali ke posisi semula. Hal ini membuat penis terjepit sehingga membendung aliran darah pada penis. Hal ini kemudian menyebabkan penis membengkak.

Sunat dapat menjadi tindakan untuk menangani atau mencegah kedua kelainan tersebut. Ketika kulup di potong, masalah selesai dan bayi sehat tetap ceria hingga dewasa nanti.

Itulah beberapa manfaat sunat untuk kesehatan si Kecil. Bisa jadi Ibu masih belum tega menyunat si Kecil yang masih terlalu muda saat ini. Padahal, Bu, menurut artikel yang saya baca, ada baiknya ini dilakukan saat si Kecil masih bayi karena proses penyembuhan luka justru bisa lebih cepat saat ini. Luka yang terjadi pada masa bayi juga akan lebih cepat kering, tentunya dengan perawatan dan perhatian yang lebih. Agar perawatan bayi Ibu lebih maksimal, yuk konsultasikan ke dokter kapan kira-kira si Kecil sudah siap disunat atau belum.

Perawatan Pasca Sunat

Setelah sunat, akan dilakukan perawatan sunat yaitu diberikan antibiotik untuk mencegah infeksi, analgesik atau penahan rasa sakit dan anti inflamasi. Jika perlu diberikan vitamin. Tidak ada pantangan makan, namun dianjurkan mengonsumsi makanan tinggi protein. Pada sunat konvensional pasien dianjurkan kontrol 3 hari pada tindakan untuk membuka perban. Pada pasien yang gemuk dan banyak lemak di daerah penisnya, kemungkinan akan dilakukan perawatan terbuka tanpa perban. Selama 3 hari penis dijaga agar tidak basah dan terkena urin. Serta dianjurkan untuk mengurangi aktivitas yang berlebihan.

Metode Sunat/Khitan

Saat ini banyak teknik dan metode yang bisa digunakan tenaga medis untuk melakukan tindakan

sirkumsisi atau sunat, yaitu :

Metode konvensional dianggap masih lebih efektif dari teknik atau metode yang lain, Tindakan ini banyak menjadi pilihan karena disamping biayanya yang murah, tindakan ini telah umum dilakukan sehingga diharapkan dapat memberikan hasil yang baik.

Metode yang lain adalah yang lagi marak saat ini yaitu sistem klamp tanpa jahitan, dengan menggunakan metode penjepitan kulit kulup dengan klamp yang terbuat dari bahan plastik steril, kemudian kulit dipotong sepanjang jepitan yang melingkar bawah gland penis. Klamp akan dilepas dalam 5 hari setelah tindakan. Namun metode ini cenderung mahal.

Kemudian ada tren Sunat Laser, yang sebenarnya salah kaprah, karena metode ini menggunakan energi panas yang dialirkan ke besi tipis sehingga mampu memotong kulup tanpa perdarahan. Namun tindakan ini rentan terhadap komplikasi bengkak pada kulit penis bahkan kepala penis dapat hangus atau seperti luka bakar sehingga butuh pemulihan yang lama. Metode ini juga sama dengan metode flashcouter. Metode yang sudah ditinggalkan saat ini adalah teknik guilotin atau amputasi, metode ini berbahaya karena jika tidak hati-hati maka akan menimbulkan komplikasi dan ikut terpotongnya kepala penis

Mengapa Harus di sunat

Indikasi dilakukannya sirkumsisi yang pertama sekali adalah tuntunan kepercayaan, dimana sirkumsisi atau khitan ada dalam ajaran dan fitrah manusia yang wajib untuk dilakukan. Selanjutnya adalah adanya indikasi medis sebagai berikut :

    Phimosis, yaitu keadaan dimana preputium atau kulup tidak dapat ditarik ke belakang, kadang kulup atau kulit penis tersebut mengunci dan kurangnya hanya sebesar lidi sehingga menyebabkan buang air kecil tidak lancar atau menetes, dan bengkak pada ujung penis karena urin tertahan. Pada tahun 2008 data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia anak yang phimosis tercatat sekitar 10 %. keadaan yang dapat menimbulkan phimosis diantaranya kongenital dan peradangan atau infeksi.

    Pharaphimosis yaitu keadaan dimana kulit tidak dapat ditarik kendepan ke daerah kepala penis, dapat menyebabkan batang penis terjepit dan menjadi bengkak atau meradang.

    Condiloma Akuminata adalah Papiloma Multiple yang tumbuh di daerah kemaluan atau bahasa awamnya kulit seperti kembang kol, permukaan kasar dan berbingkai. penyebabnya adalah perawatan kebersihan kemaluan yang kurang.

    Karsinomapenis atau Kanker Penis. Dengan kuatnya anjuran untuk sunat, membuat masyarakat umum mulai sadar akan pentingnya melakukan tindakan khitan dan mendatangi rumah sakit untuk melakukan tindakan tersebut.

Langkah Perawatan Setelah Sunat / Khitan

Setelah disunat, penis umumnya akan berwarna merah, memar, dan bengkak. Luka sunat pada bayi memerlukan waktu sekitar 10 hari untuk sembuh, sedangkan luka sunat pada anak-anak dan pria dewasa memerlukan waktu setidaknya sebulan untuk sembuh.

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan dan diperhatikan oleh orang yang baru disunat agar luka bisa cepat sembuh, yaitu:

Gunakan celana yang longgar atau sarung untuk menghindari gesekan dengan penis.

Rutin kontrol ke dokter untuk merawat luka dan selalu perhatikan kebersihan alat kelamin untuk menghindari infeksi. Anda boleh mandi setelah diperbolehkan dokter, tetapi hindari mandi dengan cara berendam.

Konsumsi obat pereda sakit untuk mengurangi nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen. Terkadang, dokter juga akan meresepkan antibiotik untuk mencegah infeksi setelah sunat.

Hindari aktivitas atau olahraga berat, misalnya bersepeda, latihan beban, atau joging. Untuk anak yang baru disunat, pastikan ia tidak terlalu banyak bermain atau bergerak terlebih dahulu.     Pria dewasa yang melakukan sunat tidak dianjurkan melakukan hubungan seksual selama sekitar 4–6 minggu atau hingga luka sunat sembuh sepenuhnya. http://rumahkhitanmalang.com

Manfaat Khitan / Sunat

Manfaat sunat bagi kesehatan tidaklah sedikit, antara lain menurunkan risiko terjadinya penyakit menular seksual dan infeksi saluran kemih. Anda tidak perlu khawatir bila ingin disunat, karena prosedur ini tidak akan memengaruhi  kesuburan atau mengurangi  kenikmatan Anda saat berhubungan seksual.

Sunat adalah proses pelepasan kulup atau kulit yang menyelubungi ujung penis. Tak hanya pada orang dewasa dan anak-anak, sunat atau sirkumsisi juga bisa dilakukan terhadap bayi.

Di Indonesia, proses ini umumnya dilakukan saat anak laki-laki memasuki usia sekolah dasar atau sekitar 6–10 tahun. Semakin tua usia anak laki-laki atau pria yang disunat, semakin bertambah juga risiko, tingkat kerumitan, dan lama proses penyembuhannya.

Beberapa Manfaat Sunat :

Dilihat dari sisi medis, ada banyak manfaat yang bisa diperoleh jika Anda menjalani prosedur sunat atau khitan, di antaranya:

  • Mengurangi risiko terjadinya penyakit seksual menular, seperti herpes atau sifilis
  • Mencegah terjadinya penyakit pada penis, seperti nyeri pada kepala atau kulup penis yang disebut fimosis
  • Mengurangi risiko terjadinya infeksi saluran kemih yang berkaitan dengan masalah ginjal
  • Mengurangi risiko terjadinya kanker penis dan kanker serviks pada pasangan
  • Membuat kesehatan penis lebih terjaga, karena penis yang disunat lebih mudah dibersihkan
  • Mencegah terjadinya penyakit pada penis seperti nyeri pada kepala atau kulup penis yang disebutfimosis. Ini adalah kondisi saat kulup penis yang tidak disunat sulit untuk ditarik. Kondisi ini bisa menyebabkan radang pada kepala penis yang disebut balanitis.
  •  Mengurangi risiko infeksi saluran kemih yang dapat merujuk kepada masalah ginjal. Infeksi ini umumnya lebih sering terjadi pada orang yang tidak menjalani sunat.
  •  Mengurangi risiko kanker penis.
  •  Mengurangi risiko kanker serviks pada pasangan. Risiko kanker serviks menurun pada wanita yang pasangannya telah menjalani prosedur sirkumsisi.
  •  Membuat kesehatan penis lebih terjaga. Penis yang disunat lebih mudah dibersihkan, sehingga kesehatannya lebih terjamin dibandingkan yang tidak disunat sehingga bisa mencegah terjadinya peradangan, mengingat ujung penis merupakan tepat tumbuhnya bakteri dan jamur.

Ada beberapa hal yang harus dan dianjurkan untuk diperhatikan oleh orang yang baru disunat agar luka menjadi cepat sembuh, yaitu :

  • Ada beberapa hal yang harus dan dianjurkan untuk diperhatikan oleh orang yang baru disunat agar luka menjadi cepat sembuh, yaitu:
  •  Setelah sunat, umumnya penis akan berwarna merah, memar, dan bengkak. Luka sunat memerlukan waktu sekitar 10 hari sampai 1 bulan untuk sembuh.
  •  Pemulihan setelah sirkumsisi akan lebih nyaman jika pasien tidak mengenakan celana dalam dan menggunakan celana yang longgar atau sarung untuk mencegah penis menempel di celana.
  •  Rutin kontrol ke dokter untuk merawat luka. Tetap pastikan kebersihan alat kelamin terjaga untuk menghindari infeksi. Mandi setelah diperbolehkan dokter, namun hindari mandi berendam.
  • Pasien bisa mengonsumsi obat-obatan pereda rasa sakit untuk mengurangi nyeri dan pemberian antibiotik jika diperlukan.

   Hingga rasa nyerinya mereda, anak yang telah dikhitan tidak dianjurkan untuk melakukan gerakan yang berlebihan seperti mengendarai sepeda. http://rumahkhitanmalang.com

Rumah Khitan Modern Malang

Selain takut pada proses sunatnya itu sendiri, banyak anak laki-laku yang juga takut saat harus menghadapi suntik anastesi (bius). Suntik biasa saja menyeramkan, apalagi di alat kelamin.

Tapi semakin maju teknologi, kini sunat tidak perlu disuntik. Jika sebelumnya paling tidak seseorang diberikan dua suntikan untuk anstesi, di Rumah Sunat, jarum suntik untuk anastesi diganti dengan needle-free injection.

Alat ini mengantarkan cairan obat anstesi dengan menggunakan mekanisme semprot dibantu dengan tenaga pegas berkecepatan tinggi. Dengan kecepetan tinggi ini lah dapat menghasilkan pancaran cairan sehingga obat dapat berpenetrasi ke dalam kulit melalui pori-pori.

error: Konten Ini Terlindungi Rumah Khitan Malang !!